Sumberejo— Semangat kebersamaan kembali terlihat nyata di lingkungan RW 08 Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten. Pada Minggu pagi, 19 April 2026, warga dari berbagai unsur masyarakat bergotong royong membersihkan tempat penyimpanan inventaris RW serta menata lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kemajuan wilayah.
Sejak pagi hari, warga yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, dan para pemuda mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan kerja bakti bersama. Dengan penuh semangat, mereka bahu-membahu membersihkan area penyimpanan barang inventaris RW, merapikan perlengkapan, membersihkan area gapura, hingga membersihkan selokan yang berpotensi menimbulkan genangan air.
Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti rutin, tetapi menjadi simbol kuat tumbuhnya kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Dalam penyampaiannya, pengurus RW 08 Dukuh Gudang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama warga dalam pertemuan lingkungan sebelumnya.
Menurutnya, pembersihan tempat penyimpanan inventaris dan penataan lingkungan dipandang sebagai kebutuhan penting yang harus segera dilakukan demi menjaga aset bersama sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata.
“Program ini merupakan hasil musyawarah warga dan menjadi salah satu prioritas bersama. Semangat warga untuk bergotong royong sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan masih sangat kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa fasilitas dan inventaris RW adalah milik bersama yang harus dirawat bersama pula. Dengan adanya kerja bakti tersebut, warga diharapkan semakin peduli terhadap sarana lingkungan dan semakin aktif mendukung program pembangunan wilayah.
Lebih dari sekadar membersihkan lingkungan, kegiatan gotong royong ini menjadi ruang mempererat hubungan sosial antarwarga. Suasana keakraban sangat terasa ketika warga bekerja bersama tanpa memandang latar belakang, usia, maupun peran masing-masing.
Kaum bapak tampak sibuk membersihkan area inventaris dan saluran air, sementara ibu-ibu membersihkan halaman lingkungan, menyapu jalan kampung, serta merapikan area sekitar rumah warga. Para pemuda juga ikut ambil bagian dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga lebih besar.
Semangat kebersamaan tersebut mendapat apresiasi dari salah satu tokoh warga, Ibu Delta. Ia menilai bahwa kepengurusan RW yang baru telah membawa semangat dan energi positif bagi kemajuan lingkungan.
“Dengan pengurus baru, ada spirit baru untuk kemajuan lingkungan. Tapi pembangunan tidak bisa hanya dilakukan pengurus, harus ada kekompakan warga. Dan hari ini semangat itu terlihat nyata,” kata Ibu Delta.
Menurutnya, kebersamaan warga merupakan modal sosial yang sangat penting untuk mendorong perubahan lingkungan ke arah yang lebih baik. Kekompakan warga dalam kegiatan sederhana seperti gotong royong dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan lingkungan di masa mendatang.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menyelesaikan persoalan bersama. Di tengah perubahan zaman yang semakin individualistis, kekompakan warga RW 08 Sumberejo menjadi contoh bahwa nilai guyub rukun tetap relevan dan memiliki peran besar dalam pembangunan sosial.
Setelah seluruh pekerjaan selesai, kegiatan ditutup dengan kebersamaan sederhana penuh kehangatan. Warga berkumpul, beristirahat, berbincang santai, serta menikmati hidangan bersama. Suasana tersebut menjadi penanda bahwa gotong royong bukan hanya soal bekerja bersama, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan.
Bagi warga RW 08 Sumberejo, gotong royong bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata kepedulian bersama terhadap lingkungan. Dari kebersamaan itulah lahir semangat baru untuk menjaga, merawat, dan membangun wilayah secara kolektif.
Semangat yang tumbuh dari kegiatan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi berbagai program lingkungan lainnya. Dengan kekompakan warga dan semangat kebersamaan yang terus terjaga, RW 08 Sumberejo optimistis mampu menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan semakin maju.








0 Komentar