Lahan Makam kosong yang di sediakan pemdes dikelola tanamam produktif

 

 

Ditanmi capai oleh juru kunci makam

SUMBEREJO— Ketulusan dan pengabdian dalam merawat tempat peristirahatan terakhir warga terlihat dari sosok seorang juru kunci makam di Dusun Pengkol, Desa Sumberejo. Meski usia tidak lagi muda, semangatnya dalam menjaga kebersihan sekaligus memanfaatkan lahan makam patut menjadi teladan bagi masyarakat.

Sosok tersebut adalah Bapak Narto, juru kunci makam Dusun Pengkol yang setiap hari menghabiskan waktunya untuk merawat area pemakaman. Tidak hanya menjaga kebersihan dan kerapian makam, ia juga berinisiatif memanfaatkan sebagian lahan kosong di area pemakaman dengan menanam berbagai tanaman produktif.

Di beberapa sudut lahan makam yang masih kosong, terlihat tanaman cabai, pepaya, ketela, pisang, hingga beberapa jenis tanaman lainnya yang mulai tumbuh dengan baik. Tanaman-tanaman tersebut ditanam dengan harapan lahan makam yang sebelumnya kosong dapat memberikan manfaat sekaligus terlihat lebih hijau dan tertata.

Bapak Narto mengatakan bahwa kegiatan menanam tersebut ia lakukan secara mandiri dengan memanfaatkan waktu luangnya setelah membersihkan area makam.

“Setiap hari saya membersihkan makam supaya tetap rapi dan terawat. Kalau ada waktu luang, saya menanam tanaman seperti lombok, pepaya, ketela, dan pisang supaya lahan kosong tidak dibiarkan begitu saja,” ujarnya.

Menurutnya, selain membuat area makam terlihat lebih hijau dan hidup, tanaman tersebut juga dapat memberikan hasil yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Ia berharap ke depan lahan tersebut bisa semakin tertata dengan berbagai tanaman yang produktif.

Kegiatan bercocok tanam tersebut dilakukan dengan cara sederhana. Ia mengolah tanah, membuat bedengan kecil, lalu menanam bibit tanaman yang mudah tumbuh di tanah tersebut. Dengan perawatan yang rutin, beberapa tanaman kini mulai tumbuh subur.

Namun demikian, tidak semua lahan di area makam dapat ia kelola secara maksimal. Sebagian lahan masih belum tergarap karena keterbatasan tenaga dan waktu yang dimilikinya.

“Masih ada sekitar separuh lahan yang belum bisa saya kelola. Faktor usia dan tenaga menjadi kendala, karena pekerjaan utama saya tetap merawat dan membersihkan makam,” jelasnya.

Meski begitu, ia tetap berharap suatu saat lahan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga seluruh area makam tidak hanya bersih tetapi juga tertata dan produktif.

Semangat Bapak Narto dalam mengelola area makam ini mendapat perhatian dari warga sekitar. Banyak yang menilai bahwa dedikasi yang ia lakukan bukan hanya menjaga tempat pemakaman tetap bersih, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

Selain memberikan nilai manfaat dari hasil tanaman, keberadaan tanaman tersebut juga membuat suasana makam menjadi lebih asri dan teduh. Hal ini tentu memberikan kenyamanan bagi warga yang datang untuk berziarah.

Peran juru kunci makam memang sering kali dipandang sederhana, namun sebenarnya memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga tempat pemakaman agar tetap terawat dan layak dikunjungi. Apa yang dilakukan oleh Bapak Narto menjadi bukti bahwa dengan niat dan semangat, seseorang dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Ke depan, diharapkan pengelolaan lahan makam di Dusun Pengkol dapat terus berkembang, baik melalui dukungan masyarakat maupun kerja sama dengan pihak terkait. Dengan demikian, area makam tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi warga, tetapi juga dapat dikelola secara baik sehingga tetap bersih, tertata, dan memberi manfaat bagi lingkungan. 🌱






Posting Komentar

0 Komentar