![]() |
| BUBIDAN DAN KADER ILP LANGSUNG CEK KESEHATAN WARGA LANSIA DI RW 5 DESA SUMBEREJO |
Sumberejo — Kepedulian terhadap kesehatan lanjut usia terus ditingkatkan di RW 5 Desa Sumberejo melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan langsung yang dilakukan oleh bidan desa bersama kader ILP (Indonesia Lansia Friendly). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan peduli terhadap kualitas hidup para lansia di lingkungan desa.
Sejak pagi hari, suasana balai pertemuan RW 5 tampak ramai oleh para lansia yang datang didampingi keluarga. Dengan penuh kesabaran dan suasana kekeluargaan, para kader ILP bersama bu bidan melakukan pemeriksaan tekanan darah, pengecekan gula darah, konsultasi kesehatan, hingga edukasi pola hidup sehat untuk usia lanjut.
Program tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga menilai kegiatan jemput bola seperti ini sangat membantu para lansia yang selama ini kesulitan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin karena faktor usia, keterbatasan fisik, maupun akses transportasi.
Bu bidan dalam keterangannya mengatakan bahwa kesehatan lansia harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang tidak dapat hidup sehat dan produktif. Dengan pola hidup yang baik, penyakit kronis dapat dicegah sejak dini.
“Lansia harus tetap dijaga kesehatannya. Mulai dari pola makan, aktivitas fisik ringan, istirahat cukup, sampai pemeriksaan rutin. Tujuannya agar mereka tetap sehat, kuat, dan mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak penyakit yang kerap menyerang lansia seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, hingga gangguan sendi. Karena itu, pemeriksaan berkala minimal satu hingga tiga bulan sekali sangat penting dilakukan agar kondisi kesehatan dapat dipantau lebih awal.
Dalam kegiatan tersebut, para kader ILP juga memberikan edukasi mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama makanan tinggi protein untuk menjaga massa otot lansia. Selain itu, para lansia dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur, buah, air putih, serta mengurangi makanan tinggi gula dan garam.
Tidak hanya soal makanan, aktivitas fisik juga menjadi perhatian utama. Para kader mengajak lansia untuk tetap aktif bergerak melalui jalan kaki pagi, senam lansia, hingga yoga ringan yang dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh dan kesehatan jantung.
“Kebanyakan orang mengira lansia hanya perlu istirahat. Padahal tubuh tetap perlu bergerak supaya otot tidak melemah dan peredaran darah tetap lancar,” kata salah satu kader ILP saat memberikan penyuluhan kepada peserta.
Selain kesehatan fisik, kesehatan mental lansia juga menjadi pembahasan penting. Para kader mengingatkan keluarga agar tidak membiarkan orang tua merasa kesepian atau terisolasi. Dukungan keluarga dinilai sangat berpengaruh terhadap semangat hidup lansia.
Aktivitas sosial seperti berkumpul bersama tetangga, mengikuti pengajian, membaca, maupun permainan ringan untuk melatih daya ingat dinilai mampu membantu menjaga fungsi kognitif dan mencegah stres pada usia lanjut.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini juga menjadi bentuk nyata pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kehadiran kader ILP dinilai mampu menjembatani kebutuhan lansia dengan pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa.
Ketua RW 5 Desa Sumberejo mengapresiasi langkah para kader dan tenaga kesehatan yang terus aktif mendampingi warga lanjut usia. Menurutnya, perhatian terhadap lansia merupakan bentuk penghormatan kepada generasi terdahulu yang telah berjasa membangun lingkungan masyarakat.
“Ini bukan hanya kegiatan kesehatan biasa, tetapi bentuk kepedulian sosial. Lansia harus merasa diperhatikan dan dihargai. Kehadiran kader dan bu bidan memberi semangat baru bagi para orang tua di kampung ini,” katanya.
Program Posyandu Lansia di RW 5 sendiri direncanakan akan terus berjalan secara rutin. Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut nantinya akan diisi dengan senam bersama, edukasi gizi, hingga pendampingan keluarga agar mampu merawat lansia dengan baik di rumah.
Masyarakat berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun budaya hidup sehat dan kepedulian terhadap para lanjut usia. Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, kader masyarakat, dan keluarga, kualitas hidup lansia di Desa Sumberejo diharapkan semakin meningkat.
Di tengah perubahan zaman yang serba cepat, perhatian kepada lansia menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaga martabat dan kesehatan orang-orang tua yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial desa.
![]() |
| KADER ILP DAN BU BIDAN LAGI PERIKSA LANSIA DIPOSYADU YANG DILAKUKAN RUTIN DI DESA SUMBEREJO |
(1)(1).png)
(1).jpeg)