![]() |
| Bibit buah catin Sholecha roza iswati dan Rifki Setyawan di RT 3 RW 9 Dukuh Gudang Sumberejo yang langsung diterima Narsih selaku sekretaris PKK |
SUMBEREJO—Kebijakan unik diterapkan Pemerintah Desa Sumberejo melalui Tim Penggerak PKK, khususnya Pokja III. Setiap calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan diwajibkan menyetor dua bibit tanaman buah. Program ini tidak sekadar menjadi syarat administratif, tetapi juga bagian dari gerakan penghijauan desa sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis keluarga.
Sekretaris PKK Desa Sumberejo, Narsih, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut sudah berjalan dan memberi dampak positif. “Setiap ada calon pengantin, kami di Pokja III selalu meminta dua bibit tanaman buah. Dulu bibit-bibit itu kami tanam di Taman Larasati. Namun, sejak adanya kegiatan Peken Kidung Mbah Gombel, sekarang seluruh bibit langsung kami distribusikan ke sana melalui kerja sama dengan pengelola,” ujarnya.
Menurut Narsih, langkah ini bertujuan agar tanaman buah tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar produktif dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan penyaluran ke area yang lebih terkelola, diharapkan tanaman dapat tumbuh optimal, menghasilkan buah, dan menjadi sumber pangan sekaligus nilai ekonomi di masa mendatang.
Program ini juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat, khususnya pasangan muda, agar sejak awal membangun rumah tangga sudah memiliki kepedulian terhadap lingkungan. “Kami ingin setiap keluarga baru punya kontribusi nyata. Tidak hanya membangun rumah tangga, tapi juga ikut menanam dan merawat kehidupan,” tambahnya.
Salah satu pasangan yang mengikuti program ini adalah Wulan Sari Abadi dengan Ahmad Heryani, warga Perum Permata Sumber Sari RT 03 RW 03 Sumberejo. Keduanya dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada 18 Januari 2026. Sebagai bagian dari persyaratan, mereka telah menyerahkan dua bibit tanaman buah kepada PKK Desa.
Wulan mengaku tidak keberatan dengan kebijakan tersebut. Bahkan, ia menilai program ini membawa nilai positif. “Menurut kami ini bagus, jadi ada kenang-kenangan yang bermanfaat. Harapannya nanti bisa tumbuh dan dinikmati banyak orang,” ungkapnya.
Program setor bibit ini juga mendapat respons baik dari masyarakat. Selain memperindah lingkungan desa, keberadaan tanaman buah dinilai mampu mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting melalui penyediaan sumber gizi alami.
Ke depan, PKK Desa Sumberejo berharap program ini dapat terus berjalan dan berkembang, bahkan menjadi contoh bagi desa lain. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, gerakan sederhana seperti menanam pohon diyakini mampu memberi dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan warga.
Dengan semangat gotong royong, Desa Sumberejo perlahan membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Dari dua bibit tanaman buah setiap pernikahan, tumbuh harapan akan desa yang lebih hijau, sehat, dan mandiri.
![]() |
| Catin Wulan Sari Abadi dan Ahmad Heryani alamat Perum Permata Sumber Sari Rt 3 Rw 3 Sumberejo |

