KKN UIN Raden Mas Said Surakarta Hadir di Desa Sumberejo, Dorong Digitalisasi, Perpustakaan Keliling, hingga Penguatan UMKM Desa

Sebanyak 24 mahasiswa KKN resmi melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Sumberejo mulai Senin dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026 mereka foto bersama kepala desa dan ketua PKK Desa Sumberejo 


SUMBEREJO, KLATEN — Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta di Desa Sumberejo mulai memberikan warna baru dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Sebanyak 24 mahasiswa KKN resmi melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Sumberejo mulai Senin dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026. Para mahasiswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok yang ditempatkan di wilayah Kadus 1 dan Kadus 2 Desa Sumberejo agar lebih dekat dengan masyarakat dan mudah dalam menjalankan program kerja.

Selama berada di Desa Sumberejo, mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan kegiatan internal, tetapi juga mulai terlibat dalam berbagai agenda desa, salah satunya mengikuti kegiatan Musyawarah Desa Rembug Stunting Tahun 2026 yang dilaksanakan bersama pemerintah desa, BPD, kader kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan desa tersebut menjadi bagian dari proses belajar sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program-program yang ada di masyarakat.

Dalam kesempatan koordinasi bersama Sekretaris BPD Sumberejo, dibahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan selama masa KKN. Salah satu pembahasan utama adalah terkait perpustakaan dan digitalisasi desa.

Mahasiswa KKN menyampaikan ide pengembangan literasi masyarakat melalui konsep perpustakaan keliling, yang nantinya dapat menjangkau anak-anak dan masyarakat di berbagai wilayah desa. Gagasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca serta membuka akses pengetahuan yang lebih luas bagi warga.

Selain bidang pendidikan, kolaborasi juga diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat. Salah satu rencana yang dibahas adalah kerja sama dengan PKK Desa Sumberejo untuk mengadakan pelatihan UMKM, khususnya dalam pemasaran produk melalui penjualan online.

Rencananya, kegiatan tersebut akan menghadirkan narasumber dari Shopee wilayah Solo untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM desa mengenai cara memasarkan produk secara digital, strategi penjualan online, serta pemanfaatan teknologi agar usaha masyarakat semakin berkembang.

Sekretaris BPD Sumberejo menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN menjadi kesempatan baik untuk menggali banyak potensi desa.

“Banyak hal yang bisa dilakukan bersama. Desa memiliki potensi, mahasiswa memiliki ide dan inovasi. Tinggal bagaimana kita kolaborasikan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain program pendidikan dan UMKM, muncul pula gagasan kegiatan positif untuk anak-anak Desa Sumberejo selama masa liburan. Salah satunya rencana membuat kegiatan lari keliling desa yang tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga dikemas dengan edukasi sejarah dan mengenalkan potensi desa.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak nantinya dapat diajak mengenal berbagai tempat bersejarah yang ada di Desa Sumberejo, termasuk Makam Pahlawan Mbah Gombel serta berbagai lokasi lain yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Konsep tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap desa sejak dini, sekaligus mengenalkan bahwa desa memiliki cerita dan potensi yang perlu dijaga oleh generasi muda.

Dengan hadirnya mahasiswa KKN UIN Raden Mas Said Surakarta, Desa Sumberejo membuka ruang kolaborasi baru dalam bidang pendidikan, digitalisasi, ekonomi masyarakat, budaya, hingga pengembangan potensi generasi muda.

Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, BPD, PKK, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan berbagai kegiatan inovatif yang tidak hanya berjalan selama masa KKN, tetapi dapat terus dikembangkan untuk kemajuan Desa Sumberejo.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama