
LOKASI DI MAKAM LAMA PENGKOL SANGAT TIDAK BERATURAN TERKAIT DENGAN AHLI WARIS DALAM MELAKUKAN BANGUNAN MAKAM TERSEBUT
SUMBEREJO, KLATEN — Kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Sumberejo dinilai masih belum tertata dengan baik. Sejumlah warga menilai masih banyak ditemukan pembangunan kijing yang tidak seragam, penataan makam yang semrawut, hingga persoalan biaya pemakaman yang dinilai belum sepenuhnya mengacu pada Peraturan Desa (Perdes) yang telah ditetapkan.
Berangkat dari kondisi tersebut, warga bersama pengurus makam di wilayah RW Pengkol menggelar rembuk warga untuk mencari solusi. Hasil musyawarah menghasilkan kesepakatan untuk melakukan penataan makam secara swadaya dengan mengusung konsep kijing seragam sebagaimana desain yang telah terpampang pada papan informasi Perdes di area pemakaman.
Ketua RW Pengkol, Darmaji, mengatakan inisiatif tersebut lahir dari keinginan masyarakat agar makam di Desa Sumberejo menjadi lebih rapi, bersih, dan tertata.
"Di lapangan faktanya masih banyak makam yang pembangunannya tidak seragam sehingga terlihat semrawut. Padahal, dalam Perdes sudah ada ketentuan mengenai penataan makam, termasuk contoh bentuk kijing yang sudah dipasang di papan informasi. Karena itu, kami bersama warga memiliki ide dan gagasan untuk mewujudkan penataan makam sesuai Perdes dengan biaya swadaya masyarakat di wilayah RW kami," ujarnya.
Menurut Darmaji, warga tidak meminta bantuan anggaran dari pemerintah desa. Mereka hanya berharap memperoleh persetujuan dari Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) agar program tersebut dapat segera direalisasikan.
"Kami hanya memohon persetujuan dari Pemdes dan BPD agar gagasan warga bersama pengurus makam bisa segera terlaksana. Dalam waktu dekat kami juga akan melakukan koordinasi dan bertemu dengan Kepala Desa maupun BPD agar pelaksanaannya sesuai aturan yang berlaku," katanya.
Ia menambahkan, penataan makam yang seragam diyakini akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat berziarah sekaligus memperindah lingkungan pemakaman desa.
Sementara itu, Sekretaris BPD Desa Sumberejo menyampaikan dukungannya terhadap gagasan masyarakat tersebut. Menurutnya, apabila pelaksanaan penataan kijing memang mengacu pada desain resmi yang tercantum dalam Perdes, maka langkah tersebut patut diapresiasi.
"Artinya jika ingin merealisasikan bentuk kijing seperti yang ada di papan gambar resmi Perdes, saya sangat setuju. Hal itu akan menjadikan makam yang selama ini kita idam-idamkan menjadi lebih rapi, bersih, indah, bahkan menyerupai penataan makam pahlawan," ujarnya.
Ia berharap seluruh proses nantinya tetap dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Desa sehingga pelaksanaannya sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Warga berharap komunikasi antara masyarakat, Pemerintah Desa, dan BPD dapat segera menghasilkan kesepakatan sehingga penataan makam secara bertahap dapat direalisasikan. Selain memperindah kawasan pemakaman, langkah tersebut diharapkan menjadi bentuk penegakan Perdes sekaligus menciptakan tata kelola pemakaman yang lebih tertib dan memberikan kepastian bagi seluruh masyarakat Desa Sumberejo.
![]() |
| MAKAM BARU PENGKOL SUDA MULAI TERTATA KAYAK GAMBAR DIPAPAN SESUAI DENGAN PERDES MAKAN DESA SUMBEREJO |
