Sekretaris BPD Sumberejo Cek Langsung Ketapang BUMDes Sedyo Mukti, Budidaya Ayam Joper 5.000 Ekor Diharapkan Dongkrak Keuntungan Desa

 

Benih Ayam joper yang sedang diskat dikandang ketapang untuk yang kedua kalinya dengan mitra untuk kerjasamnya

SUMBEREJI, KLATEN — Komitmen melakukan pengawasan dan memastikan program desa berjalan sesuai rencana terus dilakukan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumberejo. Sekretaris BPD Sumberejo melakukan kunjungan langsung ke lokasi kegiatan ketahanan pangan desa (Ketapang) yang dikelola oleh BUMDes Sedyo Mukti, Rabu (24/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan di lokasi kandang budidaya ayam yang berada di pojok Dukuh Ngangkrung, wilayah perbatasan Bedan–Jetis, Kecamatan Klaten Selatan. Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris BPD melakukan pengecekan kondisi kandang, perkembangan benih ayam joper, kesiapan pakan, hingga sistem perawatan yang dilakukan oleh tim lapangan.

Dari hasil pantauan di lokasi, terlihat ribuan benih ayam joper mulai dipelihara dengan sistem kandang yang sudah dilakukan penyekatan sesuai kebutuhan. Sistem skat tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi ayam agar lebih mudah dipantau, terutama terkait pertumbuhan, kesehatan, pemberian pakan, serta pengendalian apabila terdapat ayam yang mengalami gangguan.

Program budidaya ayam joper ini merupakan kerja sama lanjutan dengan mitra setelah kerja sama sebelumnya memberikan hasil positif bagi BUMDes. Pada periode sebelumnya, pengelolaan ayam mampu memberikan keuntungan hampir Rp15 juta dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan.

Sekretaris BPD Sumberejo menyampaikan bahwa kunjungan lapangan ini bukan hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga memastikan program ketahanan pangan desa benar-benar berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Persedian pakan di kandang untuk stok yang keduanya bersama mitra

“Yang terpenting adalah memastikan prosesnya berjalan baik. Dari mulai perawatan, administrasi, kerja sama dengan mitra, sampai hasil akhirnya nanti harus memberikan dampak positif untuk desa,” ujarnya.

Dalam pengecekan tersebut, seorang pegawai Ketapang yang bertugas di lapangan menjelaskan bahwa benih ayam joper yang masuk sebanyak 5.000 ekor. Ia mengatakan, selama proses pemeliharaan terdapat beberapa ayam yang mati, namun hal tersebut masih dalam batas yang bisa dikendalikan karena tim terus melakukan perawatan maksimal.

“Saya yang melakukan pekerjaan di lapangan, jadi semua aturan dari mitra selalu kami ikuti. Mulai dari pemberian pakan, kebersihan kandang, sampai pemberian air minum yang harus dicampur nutrisi agar ayam tidak mudah stres,” katanya.

Menurutnya, perawatan ayam joper membutuhkan ketelitian karena masa awal pertumbuhan menjadi tahap penting. Kondisi suhu, kebersihan kandang, ketersediaan air, serta pemberian nutrisi harus diperhatikan setiap hari agar perkembangan ayam tetap optimal.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya berusaha menjalankan seluruh prosedur sesuai arahan mitra. Hal tersebut dilakukan agar kerja sama yang sudah dibangun dapat berjalan baik dan menghasilkan keuntungan sesuai harapan.

Saat ditanya mengenai honor atau gaji bulanan yang diterima selama bekerja mengelola kandang tersebut, pegawai lapangan itu hanya tersenyum dan menjelaskan bahwa yang utama saat ini adalah menjalankan tanggung jawab dengan baik agar program desa bisa berhasil.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya BPD Sumberejo dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap program desa, khususnya kegiatan yang menggunakan aset dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Harapannya, kerja sama kedua dengan mitra ini mampu menghasilkan keuntungan yang lebih baik dibanding sebelumnya. Keberhasilan budidaya ayam joper tersebut nantinya diharapkan dapat memperkuat peran BUMDes Sedyo Mukti sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumberejo.

Dengan pengelolaan yang tertib, transparan, dan terus dilakukan evaluasi, program Ketapang Desa Sumberejo diharapkan menjadi salah satu contoh bahwa usaha desa dapat berkembang apabila dikelola secara serius, profesional, dan melibatkan pengawasan bersama antara pemerintah desa, BPD, pengelola BUMDes, serta masyarakat.

Pekerja Sedang membersihan tempat minum ayam joper untuk diganti isinya dengan nutrisi agar tidak stress dalam kandang


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama