![]() |
| Perwakilan SPPG Desa Sumberejo Mas Ibnu didampingi kepala desa sumberejo untuk penendatangan berita acara rembuk stunting 2026 |
SUMBEREJO, KLATEN — Komitmen Desa Sumberejo dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting semakin diperkuat dengan keterlibatan berbagai pihak. Dalam kegiatan Musyawarah Desa Stunting Tahun 2026 yang digelar oleh BPD Sumberejo di Gedung Kesenian Sasana Suka, Rabu (24/6/2026), perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sumberejo, Mas Ibnu, turut hadir dan ikut menandatangani komitmen bersama mewujudkan Desa Sumberejo bebas stunting.
Kehadiran SPPG menjadi bagian penting dalam sinergi program peningkatan gizi masyarakat. SPPG merupakan unit pelaksana atau dapur umum modern yang dibentuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung pengelolaan dan pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program tersebut tidak hanya menyasar anak sekolah, namun juga memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan gizi, khususnya kelompok rentan prasejahtera yang dikenal sebagai Kelompok Sasaran 3B, yaitu Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD atau anak di luar layanan PAUD.
Dalam musyawarah desa tersebut, Mas Ibnu sebagai perwakilan SPPG menyampaikan bentuk dukungan dan kesiapan untuk ikut berperan dalam upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat Desa Sumberejo. Salah satu bentuk keseriusan tersebut ditunjukkan dengan ikut menandatangani berita acara komitmen bersama pencegahan dan penanganan stunting.
Langkah ini menjadi bukti bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor. Tidak hanya pemerintah desa dan tenaga kesehatan, tetapi juga lembaga pendukung program gizi, kader masyarakat, pendamping, hingga seluruh unsur yang ada di desa.
Melalui kolaborasi antara BPD, Pemerintah Desa, Puskesmas, kader kesehatan, PKK, RT/RW, pendamping desa, SPPG, serta seluruh elemen masyarakat, Desa Sumberejo berharap program pencegahan stunting dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak nyata.
Dengan adanya komitmen bersama ini, seluruh pihak sepakat bahwa peningkatan gizi anak, perhatian kepada ibu hamil dan menyusui, serta pemantauan tumbuh kembang balita menjadi tanggung jawab bersama demi menciptakan generasi Desa Sumberejo yang sehat, kuat, dan berkualitas.
