Warga Karangnongko Soroti Iuran Bank Sampah, Minta Sosialisasi Ulang Perdes Persampahan


Pertemuan Warga Dukuh Karamgnongko Desa Sumberejo Klaten Selatan

SUMBEREJO,KLATEN SELATAN
– Pertemuan Rukun Warga (RW) yang digelar di Dukuh Karangnongko, Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Jumat malam (5/6/2026), berlangsung hangat dan penuh diskusi. Pertemuan yang dihadiri warga, pengurus lingkungan, serta Direktur Bank Sampah Sumberejo, YB Rusmanto, membahas berbagai persoalan terkait pengelolaan sampah dan iuran kebersihan yang selama ini berjalan di masyarakat.

Dalam forum tersebut terungkap adanya perbedaan pemahaman di kalangan warga mengenai besaran iuran sampah yang selama ini dibayarkan. Sebagian besar warga mengaku mengetahui bahwa iuran sebesar Rp10.000 per rumah tangga sudah mencakup biaya pengambilan sampah sekaligus operasional Bank Sampah. Namun setelah dilakukan penjelasan dalam forum, diketahui bahwa berdasarkan Peraturan Desa (Perdes) tentang Bank Sampah dan Persampahan Desa Sumberejo, iuran yang ditetapkan sebenarnya sebesar Rp15.000 per rumah tangga per bulan.

Rincian iuran tersebut terdiri dari Rp10.000 untuk petugas pengambil sampah dan Rp5.000 untuk operasional Bank Sampah Desa Sumberejo. Informasi ini memunculkan berbagai tanggapan dari warga yang merasa belum mendapatkan pemahaman secara menyeluruh mengenai ketentuan tersebut.

Beberapa warga menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai Perdes dan rincian iuran perlu kembali dilakukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Warga berharap Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dapat memberikan penjelasan ulang kepada masyarakat mengenai dasar hukum, tujuan, serta manfaat dari iuran yang telah ditetapkan tersebut.

"Kami berharap ada penyampaian lagi kepada masyarakat secara menyeluruh agar semua warga memahami bahwa iuran tersebut memang sudah diatur dalam Perdes dan digunakan untuk mendukung pengelolaan sampah desa," ujar salah satu peserta pertemuan.

Sementara itu, Sekretaris BPD Desa Sumberejo saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa proses penyusunan Perdes tersebut tidak dilakukan secara singkat. Menurutnya, pembahasan berlangsung hampir tiga tahun karena harus melalui berbagai tahapan kajian dan konsultasi.

"Kalau tidak salah, proses penyusunan Perdes ini hampir tiga tahun karena cukup alot dalam menentukan besaran retribusi yang tepat. Kami melakukan berbagai konsultasi dengan pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, serta mempelajari desa-desa lain yang sudah lebih dahulu menerapkan sistem retribusi persampahan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa BPD dan Pemerintah Desa juga menjadikan regulasi yang lebih tinggi sebagai acuan, termasuk Peraturan Daerah Kabupaten Klaten yang mengatur tentang pengelolaan sampah.

"Bahkan sebelum Perdes ditetapkan, kami beberapa kali mengundang RT, RW, serta berbagai lembaga desa untuk membahasnya bersama. Tujuannya agar keputusan yang diambil benar-benar menjadi keputusan bersama dan dapat diterima seluruh masyarakat," lanjutnya.

Menurutnya, apabila dibandingkan dengan sejumlah daerah lain, besaran iuran di Desa Sumberejo masih tergolong sangat rendah. Ia mencontohkan bahwa di beberapa wilayah lain, termasuk di Kabupaten Sleman dan daerah sekitarnya, biaya pengelolaan sampah rumah tangga dapat mencapai antara Rp60.000 hingga Rp100.000 per bulan.

"Kalau dibandingkan daerah lain, retribusi di Desa Sumberejo masih sangat rendah. Ada wilayah yang iurannya mencapai Rp60 ribu sampai Rp100 ribu per bulan per rumah tangga. Sedangkan di desa kita hanya Rp15 ribu. Ini tentu perlu dipahami bersama sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat," katanya.

Melalui forum tersebut, berbagai pihak sepakat bahwa komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat. RT, RW, kader PKK, pengurus Bank Sampah, serta lembaga desa lainnya diharapkan dapat menjadi jembatan informasi agar seluruh warga memahami manfaat program pengelolaan sampah yang telah disepakati bersama.

Pertemuan RW di Dukuh Karangnongko itu pun ditutup dengan semangat kebersamaan untuk terus mendukung program lingkungan di Desa Sumberejo. Warga berharap pengelolaan sampah yang baik dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan terbebas dari persoalan sampah di masa mendatang.

"Mari bersama-sama menjaga komitmen mewujudkan Desa Sumberejo yang bersih, nyaman, sehat, dan bebas sampah demi masa depan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang."


Para Warga Saat Mendengarka Penjelasan Bank Sampah Sumberejo Klaten Selatan


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama