| Mbah Harto saat menerima bantua BLT ke 6 sejumlah 300rb dibalai desa sumberejo |
SUMBEREJO, KLATEN SELATAN – Sosok pekerja keras masih mudah dijumpai di Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten. Salah satunya adalah Mbah Harto, warga Dukuh Sumberejo yang hingga kini tetap bekerja sebagai pengambil sampah keliling meski usianya sudah tidak muda lagi.
Pada pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahap 6 Tahun 2026 yang digelar di Balai Desa Sumberejo, Mbah Harto kembali menjadi salah satu penerima bantuan. Tercatat, sepanjang tahun 2026 dirinya telah enam kali menerima BLT Dana Desa yang disalurkan pemerintah desa kepada warga yang memenuhi kriteria penerima manfaat.
Dengan wajah sederhana dan senyum penuh syukur, Mbah Harto menunjukkan uang bantuan sebesar Rp300.000 yang diterimanya. Bagi sebagian orang nominal tersebut mungkin tidak terlalu besar, namun bagi Mbah Harto bantuan itu memiliki arti penting untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Dana ini saya gunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari, istilahnya untuk nyambung urip. Saya bekerja bukan pensiunan seperti yang lain, saya hanya buruh. Jadi bantuan ini sangat membantu,” ujarnya usai menerima BLT.
Di balik kesehariannya sebagai penerima bantuan, Mbah Harto dikenal masyarakat sebagai sosok pekerja yang tekun dan penuh tanggung jawab. Setiap hari ia berkeliling kampung menggunakan gerobak sampah sederhana untuk mengambil sampah dari rumah-rumah warga.
Di tengah perkembangan teknologi dan fasilitas yang semakin modern, sebagian petugas pengangkut sampah kini telah menggunakan kendaraan roda tiga untuk mempermudah pekerjaan. Namun Mbah Harto tetap setia menggunakan gerobak dorong yang telah menemaninya bekerja selama bertahun-tahun.
Dengan gerobak tersebut, ia melayani hampir 100 rumah warga di Dukuh Sumberejo. Meski harus berjalan kaki menyusuri jalan kampung dan menghadapi cuaca panas maupun hujan, semangatnya tidak pernah surut.
Warga setempat mengaku kagum dengan dedikasi Mbah Harto. Di usia senjanya, ia masih memilih bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup daripada hanya bergantung kepada bantuan.
“Beliau sangat rajin. Setiap hari tetap keliling mengambil sampah warga. Walaupun sudah sepuh, semangat kerjanya luar biasa dan bisa menjadi contoh bagi generasi muda,” ujar salah satu warga Dukuh Sumberejo.
Keberadaan Mbah Harto juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sampah dari puluhan rumah yang setiap hari diangkutnya membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat.
Program BLT Dana Desa sendiri menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada warga kurang mampu dan rentan secara ekonomi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan beban pengeluaran keluarga.
Bagi Mbah Harto, bantuan itu bukanlah alasan untuk berhenti bekerja. Justru bantuan tersebut menjadi penyemangat agar dirinya tetap bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Kisah Mbah Harto menjadi gambaran nyata tentang keteguhan dan kerja keras seorang warga desa yang tetap berjuang di tengah keterbatasan. Meski usia terus bertambah dan tenaga tidak lagi sekuat dahulu, semangatnya dalam bekerja dan melayani masyarakat tidak pernah luntur.
Di saat banyak orang memilih beristirahat di masa tua, Mbah Harto masih setia mendorong gerobaknya dari rumah ke rumah. Baginya, bekerja adalah bentuk ikhtiar untuk mempertahankan hidup dan menjaga martabat diri.
Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Mbah Harto layak menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di balik gerobak sederhana yang didorongnya setiap hari, tersimpan pesan tentang ketekunan, kejujuran, dan kegigihan dalam menghadapi kehidupan. Bantuan BLT Dana Desa yang diterimanya menjadi penopang kebutuhan sehari-hari, sementara kerja kerasnya menjadi bukti bahwa semangat hidup tidak mengenal batas usia.