![]() |
| SEBAGAI ANGGOTA RESMI APBEDNAS |
SUMBEREJO – Sebuah kebanggaan besar dan catatan sejarah baru berhasil diukir oleh jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sumberejo. Latif Safruddin, salah satu putra terbaik sekaligus anggota BPD Sumberejo, secara resmi tercatat sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) pertama dari Kabupaten Klaten yang sukses terintegrasi dalam sistem database pusat.
Kepastian ini diperoleh setelah sistem digital Portal Anggota ABPEDNAS menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi dengan nomor identitas ID: ABP-2026-124260 dan status BPD AKTIF.
Langkah Awal Menuju Standardisasi Nasional
Sekretaris BPD Sumberejo menyatakan bahwa pencapaian ini bukan sekadar validasi administratif, melainkan sebuah lompatan besar bagi eksistensi kelembagaan BPD di tingkat daerah, khususnya di Kabupaten Klaten.
"Kami atas nama Sekretariat dan seluruh keluarga besar BPD Sumberejo merasa sangat bangga. Menjadi yang pertama di Kabupaten Klaten yang terregistrasi di tingkat nasional membuktikan bahwa BPD Sumberejo tidak hanya aktif di ruang lingkup domestik, tetapi juga siap bersinergi dan mengadopsi standar tata kelola tingkat nasional," ungkap Sekretaris BPD Sumberejo.
Langkah pionir yang diambil oleh Latif Safruddin ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh anggota BPD di desa-desa lain di wilayah Klaten untuk segera melakukan standardisasi dan memperkuat jejaring secara nasional.
Membawa Aspirasi Klaten ke Kancah Nasional
Dengan resminya keanggotaan ini, BPD Sumberejo kini memiliki jembatan komunikasi yang lebih dekat dengan program-program strategis pusat yang digawangi oleh ABPEDNAS. Langkah ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran di tingkat desa agar semakin akuntabel dan modern.
Melalui integrasi sistem berbasis barcode dan kode otentifikasi khusus (Kode: FF4E87A4), ABPEDNAS pusat memastikan bahwa setiap gerak langkah anggotanya di lapangan memiliki legitimasi yang kuat.
Keberhasilan ini menjadi pembuktian nyata bahwa dari sebuah desa bernama Sumberejo, semangat pembaruan dan profesionalisme diadopsi demi kemajuan tata kelola pemerintahan desa yang lebih inklusif. Selamat berjuang dan mengemban amanah kepada Bapak Latif Safruddin, membawa nama baik Sumberejo dan Klaten di kancah nasional!

