![]() |
| Saat Yb Rusmanto Praktekkan tungku bakar moderen yang lagi dibangun |
SUMBEREJO – Upaya penanganan sampah di Desa Sumberejo terus diperkuat. Pengelola Bank Sampah Sumberejo kini membangun tungku bakar sampah modern untuk membantu mengurangi penumpukan sampah residu yang selama ini belum bisa dimanfaatkan atau dijual.
Pembangunan tungku bakar tersebut diharapkan menjadi solusi dalam menangani sampah rumah tangga yang sudah dipilah dari masyarakat. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi tetap dikelola dan dijual melalui bank sampah, sedangkan sampah residu yang harus segera dimusnahkan nantinya bisa langsung dibakar agar tidak menumpuk dan menjadi persoalan baru di lingkungan bank sampah.
Ketua pengelola, Rusmanto, saat melakukan pengecekan di lapangan menjelaskan bahwa keberadaan tungku bakar modern ini sangat penting untuk mempercepat pengurangan volume sampah. Menurutnya, selama ini sampah yang masuk ke bank sampah berasal dari rumah tangga warga dan sudah dipilah. Namun tidak semua sampah dapat dijual atau diangkut, sehingga diperlukan sarana khusus untuk menangani sisa sampah yang tidak lagi bernilai guna.
“Tungku bakar ini kami siapkan untuk membakar sampah yang memang harus segera dimusnahkan agar tidak menjadi penumpukan sampah baru. Jadi sampah dari masyarakat yang sudah dipilah di bank sampah bisa ditangani lebih cepat. Yang bisa dijual tetap dijual, sedangkan yang tidak bisa dimanfaatkan bisa langsung dibakar. Ini bagian dari upaya kami mengurangi sampah di lingkungan sini,” ujar Rusmanto.
Ia menambahkan, tungku bakar tersebut dilengkapi blower angin sehingga proses pembakaran menjadi lebih cepat dan maksimal. Dengan dukungan alat tersebut, sampah dapat lebih cepat berubah menjadi asap dan abu pembakaran, sehingga volume sampah berkurang dalam waktu relatif singkat.
“Karena tungku ini kami fasilitasi dengan blower angin, pembakarannya bisa lebih cepat. Harapannya sampah residu bisa segera habis dan tidak menumpuk di lokasi bank sampah,” imbuhnya.
Selain mengandalkan tungku bakar, pengelolaan sampah di Sumberejo juga tetap berjalan melalui sistem yang sudah ada. Sampah yang masih memiliki nilai jual dipilah untuk dijual kembali, sementara pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) rutin dilakukan setiap Selasa dan Jumat. Dengan adanya tungku bakar ini, beban penumpukan sampah di bank sampah diharapkan semakin berkurang.
Sementara itu, Sekretaris BPD Desa Sumberejo, Latif Safruddin, saat meninjau pembangunan tungku bakar di lapangan menyampaikan bahwa fasilitas tersebut dibangun menggunakan Dana Desa, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik, dirawat, dan dijaga keberlangsungannya agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Karena ini dibangun memakai Dana Desa, maka harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai seperti yang dulu, hanya bisa dipakai sebentar lalu tidak awet. Yang sekarang ini harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan untuk jangka panjang agar benar-benar membantu meminimalisasi sampah yang ada di bank sampah,” tegas Latif.
Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola atau manajemen bank sampah. Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup hanya dengan membangun sarana fisik, tetapi juga harus diikuti dengan pengelolaan yang tertib, transparan, dan sesuai aturan desa. Karena itu, pihaknya mendorong agar manajemen bank sampah ke depan dibenahi secara serius, termasuk soal setoran dari warga yang harus masuk sesuai mekanisme ke bendahara bank sampah.
“Yang dulu manajemennya kurang baik, sekarang harus kita perbaiki. Mulai dari sistem setoran warga, pencatatan, sampai pengelolaan keuangan harus tertib. Kalau ada RW yang warganya sudah setor sampah tapi uangnya tidak disetorkan ke bendahara bank sampah, atau ada yang tidak sesuai Perdes, maka harus kita tindak tegas. Karena banyak RW lain yang bisa tertib, maka yang belum tertib juga harus ikut memperbaiki,” tandasnya.
Latif berharap pembangunan tungku bakar modern ini tidak hanya menjadi proyek fisik semata, melainkan menjadi bagian dari penataan besar pengelolaan sampah di Desa Sumberejo. Dengan dukungan masyarakat yang aktif memilah sampah dari rumah, pengelola bank sampah yang disiplin, serta pengawasan dari pemerintah desa dan BPD, persoalan sampah di wilayah Sumberejo diharapkan bisa ditekan secara bertahap.
Ke depan, Bank Sampah Sumberejo diharapkan menjadi contoh pengelolaan sampah desa yang lebih tertib, modern, dan berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada sampah yang bisa dijual, tetapi juga mampu menuntaskan persoalan sampah residu agar lingkungan desa tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.


